banner-atya1Setelah menelorkan 11 album lagu anak-anak untuk kalangan terbatas (yayasan SPA Yogyakarta), Kak Adi Kitana kembali meluncurkan sebuah album lagu bertajuk “Cinta Sholat”. Berbeda dengan album-album sebelumnya, kali ini ia membuat lagu media pembelajaran untuk kalangan usia yang lebih luas. Bukan saja anak-anak, bakan nenek-kakek pun bisa memanfaatkan media ini. Tema yang diusungnya adalah sesuatu yang sangat familier dalam kehidupan kaum muslimin, Sholat!

Kosep albumnya adalah memberi sumbang sih kepada siapapun yang ingin lebih memahami bacaan sholatnya. Ya, album Cinta Shlat ini dibuat dalam format nasyid tarjamah lafdhiyah. Lagu-lagu yang ditampilkan adalah seluruh bacaan dalam ibadah sholat. Dimlai lagu pertama Do’a Iftitah, dan diakhiri dengan lagu Do’a Sebelum Salam.

Dengan mempelajari album ini, diharapkan anak-aak khususnya akan lebih mudah memahami setiap arti dalam bacaan sholatnya.

Album cantik yang dikembangkan dari ide Ust. Muhroji al Jambari ini dilantunan seorang vokalis cilik sarat prestasi, Atya Sarah Faudina. Dan musiknya yang bergaya semi orkestra ditata dengan rapi dan mengesankan oleh arranger muda, Pandan P Purwachandra.

On air di Abdi Persada FM sebelum workshop

On air di Abdi Persada FM sebelum workshop

BARABAI LAGI1Barabai, Ahad 3 Mei 2009

Barabai memang istimewa. Antusiasme guru-gurunya begitu kuat. Hal itu tampak dari jumlah peserta workshop yang mencapai lebih 1000 orang guru. Gedung Murakata yang tak mungkin menampung mereka semua, memunculkan gagasan penyelenggaraan dua periode. Ya, selama roadshow di Kalimantan Selatan ini, hanya barabai yang menyelenggarakan sampai dua angkatan. Setelah hampir seminggu sebelumnya IGRA menyelenggarakan workshop dan seminar sehari, kali ini IGTKI Dinas Pendidikan Hulu Sungai Tengah mendapat giliran menyelenggarakan acara yang sama. Alhamdulillah untuk kedua kalinya workshop di Barabai berlangsung meriah dan penuh antusias

Banjarmasin, Sabtu2 Mei 2009

Sabtu dini hari, Kak Adi telah dijemput panitia di Hotel Wisata Banjarmasin. Seterusnya mereka melaju ke bandar setelah sempat mampir shalat jamaah subuh di masjid terdekat. Perjalanan diteruskan dengan perahu kecil yang mereka sebut ‘klothok’.Suasana pagi yang masih gelap dengan semburat cahaya samar-samar menerawang di ufuk timur menjadikan suasana begitu syahdu.  Berkali-kali Kak Adi dibuat takjub oleh indahnya suasana pagi di atas perahu klothok yang membawa rombongannya.

Semakin jauh perjalanan dan semakin terang, suasana semakin elok. Puluhan prahu sejenis denga berbagai ukuran mulai terlihat. Mereka adalah para pedagang yang menjajakan aneka dagangan di pasar terapung yang masyhur itu. Kata orang, belum afdhol bila ke Banjarmasin kita tak menikmati suasana pasar terapung.

Sebelum meninggalkan pasar terapung mereka sempat makan pagi dengan menu aneka jajanan tradisional. Uniknya, untuk mengambil jajanan itu mereka harus memancing dulu. Tentu saja tidak seperti memancing ikan. Pancing yang dimaksud adalah, tongkat panjang dengan ujung kawat tajam yang digunakan ‘mencocok’ setiap jajanan yang tersedia di atas perahu sang penjual. Wah, asyik juga ya.

Hotel Montana, Banjarbaru

Hotel Montana, Banjarbaru

Banjarmasin, 1-2 Mei 2009

Setelah istirahat sehari di Hotel Montana Banjarbaru, Kak Adi kembali melanjutkan roadshow pelatihannya di Banjarmasin. Kali ini selama dua hari, 1-2 Mei bertempat di Gedung Iqra’ Kayu Tangi yang biasa disebut pula Gedung Mahligai l Qur’an. Pelatihan 2 hari yang dimotori BKPRMI Banjarmasin ini berlangsung akrab dan antusias. Di hari pertama Kak Adi menyampaikan materi Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, sedangkan di hari kedua materi yang disampaikannya adalah teknik mencipta lagu anak-anak.

Sebelum acara workshop hari pertama dimulai Kak Adi menyempatkan mengisi acara dialog interaktif di Radio FM Banjarmasin. Tema yang diangkatnya adalah idealism guru dan tantangan dunia pendidikan anak di masa depan.

Kalimantan Selatan, April – Mei 2009 Selama berhari-hari Siti Nurhaliza setia menemani perjalanan Kak Adi di Kalimantan Selatan. Wao…! Kueereenn kann…!!?? Eiittt… Jangan kaget dulu, ini bukan gossip lho. Memang demikian adanya. Sepanjang perjalanan dari satu kota ke kota berikutnya suara penyanyi negeri jiran Malaysia itu selalu di putar di mobil yang membawa mereka. Ya tentu saja hanya suaranya, bukan Mbak Siti secara fisik. Yach, gimana lagi. Di dalam mobil sewaan yang mereka pakai selama roadshow itu, ternyata memang hanya ada 1 kaset. Dan akhirnya, itulah satu-satunya pilihan yang mereka dengar setiap waktu. Lumayanlah jadi obat capek dan ngantuk bagi sopir selama pejalanan. “Sampai serasa dekat di hati lho, meski kami belum pernah jumpa secara langsung.” Kata sang sopir.

Pelaihari,Rabu 29 April 2009

Banyak cerita mengasyikkan yang terekam selama roadshow Kak Adi di Kalimantan Selatan. Salah satu cerita menarik adalah pertemuan dengan sahabat lama yang tak pernah bersua selama bertahun-tahun. Dalam kunjungan dan workshop di Tanah Bumbu, Batu Licin Kalimantan Selatan Maret lalu ia bertemu dengan Pak Ali. Beliau adalah kakak Kelas Kak Adi di SPG Jombang lulusan tahun 1988. Setelah lebih 20 tahun berpisah tanpa diduga mereka dipertemukan di tanah yang jauh. Awalnya Pak Ali tak mengenal Kak Adi sebagai nara sumber yang ia datangkan dari Jogjasebagai adik kelasnya. Hal itu karena ia tak pernah mengenal nama Adi Kitana. Yang ia kenal adalah adik kelasnya dulu di SPG Jombang bernama Setyoadi Purwanto. Eee… tak tahunya Kak Adi Kitana ang ia datangkan itu adalah Setyoadi Purwanto, adik kelasnya sendiri.

Di Pelaihari ini Kak Adi kembali dipertemukan Allah dengan sahabat lainnya. Bu Sri Rahayu aalah teman seangkatannya di SPG Jombang. Mereka sama-sama lulusan terakhir SPG Kota santri itu. Obrolan bernuansa nostalgia pun tak terelakkan ketika mereka mengenang kembali kejayaan sekolah mereka di masa lalu. Bu Sri Rahayu merasa sangat bangga dan bersyukur bertemu dengan seorang teman lama yang memiliki komitmen di bidang pendidikan. “Aku merasa bangga dan bersyukur punya teman yang sukses”, katanya. Rasa bangga dan syukur Bu Sri Rahayu tampak begitu tulus dan mendalam. Ia mengikuti acara workshop sehari itu dengan antusias dan duduk pada barisan depan peserta. Terakhir ia ungkapkan keinginannya untuk reuni dengan teman-teman lainnya di SPG Jombang. Kapan a akan terwujud?

Rantau,Selasa 28 April 2009

Hari ketiga dalam rangkaian roadshow pelatihan Teknik Cipta Lagu dan Aneka Permainan Tepuk bersama Kak Adi Kitana berlangsung di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Kehadiran Kak Adi (Setyoadi Purwanto, S.Pd) dan manager di Tapin disambut panitia workshop dari IGTKI Kabupaten Tapin. Turut meramaikan acara pembukaan workshop, 6 orang guru TK honorer membawakan tarian daerah dengan busana khas Kabupaten Tapin.

Hadir dalam kesempatan itu, para pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, pengurus IGRA, dan tean panitia pelaksana. Didukung dengan kesiapan fasilitas presentasi yang memadai, workshop berlangsung lancer dan memuaskan.

Sayangnya, gedung yang sedianya akan digunakan sebagai tempat workshop dan diperkirakan mampu menampung jumlah peserta yang hadir ternyata digunakan acara lain. Acara workshop kemudian dipindahkan ke Gedung KNPI. Meski cukup representative, gedung ini terasa terlalu sesak untuk menampung para peserta yang hadir. Panitia kemudian berusaha menambah tenda dan kursi di luar gedung. Beberapa peserta yang tak bisa masuk akhirnya harus rela dan puas mengikuti workshop di luar gedung.

Barabai,Senin 27 April 2009

Setelah sukses roadshow pelatihan hari pertama di Banjarbaru, Kak Adi Kitana melanjutkan roadshow workshop/pelatihan ke Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Hadir bersama managernya yang juga Direktur Edwise Edutainment, Muhamad Anshori mereka disambut hangat para pengurus IGRA Barabai. Para peserta workshop mulai berdatangan ke Gedung Murakata pada pukul 10.30 WITA. Mereka berangkat dari RA masing-masing setelah melaksanakan rutin mengajar.

Antusiasme sudah tampak sejak awal pendaftaran ulang peserta. Wajah mereka tampak berbinar-binar menanti workshop dimulai. Sebagian peserta mengaku pernah mengikuti workshop Kak Adi sebelumnya di Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Hadir dalam kesempatan itu antara lain, para pejabat di lingkungan Depag Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Pengurus IGRA Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Panitia pelaksana workshop. Para peserta selain berasal dari kalangan guru TK/RA juga guru-guru SD/MI dan bahkan sebagian dari mereka adalah guru-guru tingkat SLTP. Mereka merasa puas mengikuti acara workshop hari itu. Selain memberikan berbagai trik pengelolaan kelas kreatif, kak adi juga banyak memberikan inspirasi dan motivasi menjadi guru idaman.

Hingga akhir acara workshop para peserta tekun mengikuti setiap materi yang disampaikan Kak Adi. “Kami sangat puas sehari bersama Kak Adi. Seharian kami mengikuti workshop ini rasanya hanya 1 jam saja. Kalau besok ada lagi, pasti saya akan ikut lagi,” kata seorang peserta ditemui usai acara workshop.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kak Adi Kitana sibuk memenuhi undangan berbagai sekolah. Undangan tersebut kali ini tidak terkait dengan bidang pembinaan vokal yang biasa ia tekuni. Kak Adi hadir ke berbagai sekolah dari tingkat SD, SMP, dan SMA untuk memberi motivasi menjelang ujian nasional tahun 2009 yang semakin dekat. Motivasi yang dikemas menarik tersebut diberi tema “Menuju Puncak Kesuksesan” (MUCASA).

Materi yang dikemas dengan sentuhan multimedia dan kaya ilustrasi cerita itu menjadi sangat menarik perhatian para siswa dan guru, tanpa kehilangan esensinya.

Menurutnya, materi motivasinya merupakan edisi combo dari pelatihan Super Motivasi T-fel yang dikembangkan Master Trainer RUA Zainal Fanani. Ia sendiri adalah trainer muda yang direkrut Pak Zainal sebagai kader motivator yang diharapkan akan memperkuat team traitner T-fel for Kids. Bersama beberapa trainer muda lain di lingkungan Yayasan SPA (Silaturrahim Pecinta Anak-anak Yoyakarta) ia terus meningkatkan kemampuannya sebagai motivator.