Era globalisasi dan informasi turut membawa pengaruh terhadap peri kehidupan social yang kadang kala akibatnya cukup memprihatinkan . proses perkembangan mengarah kepada hal-hal lahiriah yang semakin menipis jatidiri. Keadaan ini tak luput menimpa perkembangan kehidupan anak, termasuk music anak-anak.
Music anak-anak merupakan wacana bagi anak untuk mengungkapkan gagasan dan perasaannya sesuai dengan ciri khas setiap perkembangan mereka. Antara anak dengan music (nyanyian) ada keselarasan kaitan timbal balik yang harus dilihat dari dua sisi : sisi subjek adalah anak dan sisi objek adalah lagu. Dengan memperlakukan anak sebagai subjek, anak akan menghayati nilai dan sikap yang berguna bagi perkembangan dirinya menuju ke kedewasaan, sekaligus dapat mengembangkan kepekaan musikalnya secara sehat dan wajar. Apa yang dikhawatirkan telah terjadi, atau masih terjadi. Anak adalah objek.
Seminar Nasional dan Konser Musik Bagi Masyarakat yang diselenggarakan oleh Musik-FBS Universitas Negeri Yogyakarta pada saat ini meningkatkan kita betapa pentingnya music anak-anak sebagai salah satu wahana penumbuhan dan perkembangan kepribadian anak menjadi generasi bangsa dikemudian hari.
Lagu Anak-anak Dewasa ini
1. Penampilan Anak
Semarak album kaset penyanyi anak muda usia disertai video-klip yang ditayangkan di televisi merupakan bagian tak terpisahkan dalam proses promosi. Tidak ketinggalan promosi dari panggung ke panggung yang langsung di tonton. Mereka disebut artis cilik. Sebuah sebutan semu yang tidak pada tempatnya untuk anak yang baru berpengalaman sejuput dalam dunia kesenian. Dandanan yang mencolok, gaya menyanyi yang sedemikian rupa, membuat mereka menjelma seperti orang dewasa. Mereka hidup bukan dalam dunianya yang lugu, spontan, ceria, layaknya seorang anak, tapi dikendalikan , kreativitasnya dikerdilkan
2. Isi Lagu dan Iringan
Isi lagu tidak menggambarkan ungkapan pikiran dan perasaan anak, tapi lebih dekat pada gagasan orang dewasa. Pesan lagu terkungkung pada tema yang itu-itu saja, kurang kaya menggambarkan keseluruhan pengalaman hidup anak, baik yang sudah dialami , yang sedang dialami maupun yang akan dialami. Tuturan lirik terjebak pada ungkapan-ungkapan klise.
Iringan music biasanya adalah steriotip lagu pop dewasa mngacu pada pola gaya irama music yang sedang “hit” pada saat itu. Tatanan music tidak menterjemahkan isi dan maksud lagu. Akibatnya pilihan alat dan gubahan music miskin. Di tambah dengan sekelompok penari latar dengan gaya dan gerak-geraknya jauh dari mendukung tema lagu, tapi lebih dekat pada tiruan bentuk gerakan latar music orang dewasa
3. Komersialisasi
Dalam hal cipta-mencipta lagu, seorang pakar antropologi menggolongkan dua macam bentuk penciptaan. Pertama ciptaan berdasarkan ilham yang didorong oleh perasaan seni; yang kedua, cipataan berdasarkan ilham yang didorong mencari untung secara komersial. Acuan penciptaan adalah selera pasar, apakah lagu itu laku dijual. Produk seni sama dengan komidi
Sesuai dengan kemajuan zaman, anak-anak dari semua lingkungan pendidikan dasar: mulai kelompok bermain, taman kanak-kanak, sekolah dasar, samapai tingkat menengah pertama mendapat suguhan sajian music secara audiovisual ditelevisi. Yang menjadi focus perhatian tidak lagi pada apakah lagu itu bermakna bagi kepentingan pendidikan anak, atau pun apresiasi music, melainkan lebih dari pada bentuk tayangan yang bakal menarik atau tidak bagi anak
Lingkungan
1. Sekolah
Di sekolah lagu-lagu diajarkan dari album kaset, jaringan atau tidak sama sekali lagu baru diajarkan dari kitab nyanyian. Hal ini disebabkan antara lain, karena ada guru buta intonasi. Guru tidak mudah memilih lagu yang bermakna bagi tumbuh-kembang pendidikan anak seperti yang diharapkan. Kalaupun ada pelajaran music, bernyanyi, umumnya, diajarkan dengan cara yang kurang menarik, kering
2. Keluarga
Di lingkungan keluarga, orang tua dengan segala kesibukannya demi tuntutan hidup terabaikan perannya sebagai filter yang seyogianya membantu anak menyaring music mana yang baik atau tidak bagi mereka
Penutup
Peragaan Lagu Anak-anak
Hakikat musik adalah :
a. Bahasa nada, karena musik dapat di dengar, dikomunikasikan dalam nada
b. Bahasa emosi, karena musik dapat mengungkapkan perasaan, seperti: senang, lucu, kagum, haru
c. Bahasa gerak, karena musik memiliki gerak irama, melodi dan harmoni
Musik dapat berperan dalam hal:
a. Mendorong gerak pikiran dan perasaan (aspek intelegensi, social, emosi, psikomotorik)
b. Membangkitkan kekuatan dalam jiwa manusia
c. Membantuk akhlak
Atas dasar itu pula pendidikan music, bukan sekedar memperbanyak perbendaharaan lagu, tapi seyogianya memberikan anak pengalaman musik